Sukses Bantu Iuran BPJS, Gebu Payobasung Mulai Menarget Beasiswa untuk Calon Sarjana

Gerakan Seribu (Gebu) Payobasung semakin menunjukkan eksistensinya dalam mengatasi masalah sosial yang ada di Kelurahan Payobasung Kecamatan Payakumbuh Timur. Berdiri sejak akhir tahun 2016, saat ini Gebu Payobasung telah mampu menjaminkan kesehatan warga Kelurahan Payobasung sebanyak 64 orang ke BPJS Kota Payakumbuh.

Hal itu diungkap Ketua Gebu Payobasung, H. Mai Aidil saat memimpin rapat pengurus Gebu Payobasung di Kantor Lurah Payobasung, Sabtu (8/9) pagi. Dikatakan, proses penjaminan kesehatan warga ini dilakukan pasca penandatanganan MoU dengan pihak BPJS Kota Payakumbuh. “Awal penjaminan, sekitar Mei 2017, ada sebanyak 36 warga yang kita daftarkan untuk memperolah kartu JKN melalui MoU dengan BPJS. Alhamdulillah sekarang sudah berkembang menjadi 64 orang. Mereka berasal dari keluarga kurang mampu atau rentan sakit yang belum memperoleh kartu JKN via pemerintah,” ujar H. Mai Aidil didampingi bendahara, Sepriani.

Dijelaskan, berdirinya Gebu Payobasung memang ditujukan untuk membantu pemerintah dalam rangka mengatasi masalah sosial masyarakat yang belum tertampung dalam anggaran pemerintah. Meski Kota Payakumbuh termasuk yang paling tinggi tingkat partisipasi kepesertaan JKN-KIS nya, tapi masih ada warga ekonomi lemah yang belum memiliki jaminan kesehatan.

“Gerakan ini diinisiasi oleh mantan Lurah Payobasung, pak Irwan bersama beberapa pengurus LPM. Sebab dilapangan waktu itu masih ditemui ada keluarga kurang mampu yang belum memiliki kartu JKN gratis. Jika sakit, tentu mereka akan sangat terbebani. Maka dari itu, dicoba membantu mereka dengan menggalang donasi untuk membayar premi kartu JKN yang diperoleh ke BPJS melalui Gebu Payobasung ini,” beber Mai Aidil.

Dijelaskan, donasi digalang dari masyarakat Payobasung baik yang berada di kampung maupun diperantauan. Dana itulah kemudian yang dijadikan sumber pembiayaan premi JKN dan program sosial lain yang diadakan pengurus Gebu Payobasung.

“Sejauh ini, selain menjaminkan kesehatan, Gebu Payobasung juga telah menyalurkan bantuan masuk sekolah pada awal tahun ajaran kemarin sejumlah 2,7 juta bagi pelajar kurang mampu dan bantuan bagi beberapa Lansia,”

“Ke depan kita tengah menyiapkan bantuan modal usaha kecil bagi warga Payobasung khususnya generasi muda yang mau berusaha. Hal ini sekaligus menjadi usaha untuk menekan angka pengangguran generasi muda di Payobasung,” tambah Mai Aidil.

Dilaporkan, jumlah premi JKN yang dibayarkan untuk 64 orang warga Payobasung oleh Gebu Payobasung ke BPJS tiap bulan sebesar Rp. 1.632.000,-. Direncanakan hingga akhir tahun, Gebu akan menjaminkan premi JKN warga Payobasung sebanyak 100 orang.

“Insyaa Allah akhir tahun target kita ada 100 warga kurang mampu yang kita jaminkan ke BPJS. Sementara di bidang pendidikan, disamping bantuan masuk sekolah, kita sudah siapkan program Satu RT Satu Sarjana melalui Beasiswa Gebu bagi mahasiswa berprestasi asal Payobasung dari keluarga kurang mampu. Mohon doanya,” pungkas Mantan Kabag Kesra Setdako Payakumbuh ini.

Gerakan Seribu (Gebu) Payobasung semakin menunjukkan eksistensinya dalam mengatasi masalah sosial yang ada di Kelurahan Payobasung Kecamatan Payakumbuh Timur. Berdiri sejak akhir tahun 2016, saat ini Gebu Payobasung telah mampu menjaminkan kesehatan warga Kelurahan Payobasung sebanyak 64 orang ke BPJS Kota Payakumbuh.

Hal itu diungkap Ketua Gebu Payobasung, H. Mai Aidil saat memimpin rapat pengurus Gebu Payobasung di Kantor Lurah Payobasung, Sabtu (8/9) pagi. Dikatakan, proses penjaminan kesehatan warga ini dilakukan pasca penandatanganan MoU dengan pihak BPJS Kota Payakumbuh.[]

“Awal penjaminan, sekitar Mei 2017, ada sebanyak 36 warga yang kita daftarkan untuk memperolah kartu JKN melalui MoU dengan BPJS. Alhamdulillah sekarang sudah berkembang menjadi 64 orang. Mereka berasal dari keluarga kurang mampu atau rentan sakit yang belum memperoleh kartu JKN via pemerintah,” ujar H.Mai Aidil didampingi bendahara, Sepriani.

Dijelaskan, berdirinya Gebu Payobasung memang ditujukan untuk membantu pemerintah dalam rangka mengatasi masalah sosial masyarakat yang belum tertampung dalam anggaran pemerintah. Meski Kota Payakumbuh termasuk yang paling tinggi tingkat partisipasi kepesertaan JKN-KIS nya, tapi masih ada warga ekonomi lemah yang belum memiliki jaminan kesehatan.

“Gerakan ini diinisiasi oleh mantan Lurah Payobasung, pak Irwan bersama beberapa pengurus LPM. Sebab dilapangan waktu itu masih ditemui ada keluarga kurang mampu yang belum memiliki kartu JKN gratis. Jika sakit, tentu mereka akan sangat terbebani. Maka dari itu, dicoba membantu mereka dengan menggalang donasi untuk membayar premi kartu JKN yang diperoleh ke BPJS melalui Gebu Payobasung ini,” beber Mai Aidil.

Dijelaskan, donasi digalang dari masyarakat Payobasung baik yang berada di kampung maupun diperantauan. Dana itulah kemudian yang dijadikan sumber pembiayaan premi JKN dan program sosial lain yang diadakan pengurus Gebu Payobasung.

“Sejauh ini, selain menjaminkan kesehatan, Gebu Payobasung juga telah menyalurkan bantuan masuk sekolah pada awal tahun ajaran kemarin sejumlah 2,7 juta bagi pelajar kurang mampu dan bantuan bagi beberapa Lansia,”

“Ke depan kita tengah menyiapkan bantuan modal usaha kecil bagi warga Payobasung khususnya generasi muda yang mau berusaha. Hal ini sekaligus menjadi usaha untuk menekan angka pengangguran generasi muda di Payobasung,” tambah Mai Aidil.

Dilaporkan, jumlah premi JKN yang dibayarkan untuk 64 orang warga Payobasung oleh Gebu Payobasung ke BPJS tiap bulan sebesar Rp. 1.632.000,-. Direncanakan hingga akhir tahun, Gebu akan menjaminkan premi JKN warga Payobasung sebanyak 100 orang.

“InsyaaAllah akhir tahun target kita ada 100 warga kurang mampu yanh kita jaminkan ke BPJS. Sementara di bidang pendidikan, disamping bantuan masuk sekolah, kita sudah siapkan program Satu RT Satu Sarjana melalui Beasiswa Gebu bagi mahasiswa berprestasi asal Payobasung dari keluarga kurang mampu. Mohon doanya,” pungkas Mantan Kabag Kesra Setdako Payakumbuh ini.

Dalam satu Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi mengapresiasi keberadaan Gebu Payobasung. “Ini sebuah inovasi yang patut ditiru oleh kelurahan lain di Payakumbuh, jika Payobasung bisa, harusnya yang lain juga bisa.” []

Tinggalkan Balasan